Coretan hati ku rangkai pada sehelai kanvas biru
Dengan selaksa tetesan tinta kerinduanku
Menuangkan jalan kehangatan cinta yang tertuju
Dalam derasnya aliran kerinduan yang tertuntun
Memang kian sukar mencipta kata yang terasa
Walau menggambar sketsa rindu yang menggerimis
Membasahi satu ruang sepi dipojok hati
Yang tertaut diantara asaku dan asamu
Ingin rasanya terus ku kanvaskan tinta kerinduan
Agar tak kembali kosong lembaran kehidupan hatiku
Menghapus kata yang terhampiri tentang rasa resah
Biar tak gamang secarik coretan kerinduan akan hadirmu
Wahai engkau yang terjelma dari tinta kerinduanku
Tetapkan hatimu selalu memberikan warna berbinar dalam hati
Bagai mentari yang memeluk dengan warna terang di siangku
Laksana rembulan yang mendekap warna gemerlap pada malamku
Menuangkan jalan kehangatan cinta yang tertuju
Dalam derasnya aliran kerinduan yang tertuntun
Memang kian sukar mencipta kata yang terasa
Walau menggambar sketsa rindu yang menggerimis
Membasahi satu ruang sepi dipojok hati
Yang tertaut diantara asaku dan asamu
Ingin rasanya terus ku kanvaskan tinta kerinduan
Agar tak kembali kosong lembaran kehidupan hatiku
Menghapus kata yang terhampiri tentang rasa resah
Biar tak gamang secarik coretan kerinduan akan hadirmu
Wahai engkau yang terjelma dari tinta kerinduanku
Tetapkan hatimu selalu memberikan warna berbinar dalam hati
Bagai mentari yang memeluk dengan warna terang di siangku
Laksana rembulan yang mendekap warna gemerlap pada malamku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar