Selasa, 28 Agustus 2012

Tangkai Cinta Yang Tegar






















Aku memanggilmu dalam untaian do'a
dengan senandung diorama yang indah
kupeluk dirimu dalam dekapan wangi cinta
diatas lembaran sajadah

Kupersembahkan seikat rindu yang membias
untukmu duhai ksatria yang berjiwa ikhlas
lihatlah garis garis tangan yang tergambar jelas
menguatkan langkah kita yang terbatas
menuju asa yang sempat terlepas

Melati putih yang mulai mekar
merengkuh cahaya yang berbinar
dengan tangkai cinta yang tegar
setia menantimu dengan hati sabar

Rindu yang terus mengalir
ku tuang dalam syair
sampai engkau hadir
menjadi pelipur getir
dan menjelma keindahan takdir

Aku selalu menunggu
dengan bermunajad pada Sang Maha Penentu
hingga semua muzaik ini menjadi satu
dalam bingkai yang tak semu
menjadikan malam malam kita syahdu

Rabu, 08 Agustus 2012

Aku Tak Akan Memintamu















Aku tak akan memintamu
Untuk memilihku
Jika sesal menghantuimu
Aku sadari siapalah diri ini
Insan kerdil nan kaya kekurangan
Banyak nan masih perlu diperbaiki

Aku tak akan memintamu
Untuk memilihku
Jika hatimu tak tertuju padaku
Hidup dengan orang yang tak menghargaiku
Hanya siksa bagiku

Aku tak akan memintamu
Untuk memilihku
Jika hatimu membelakangiku
Menatap hati lain
Nan lebih menarik hatimu

Aku tak akan memintamu
Untuk menuju padaku
Jika tujuanmu bukanlah aku
Tapi dia yang telah mati-matian berubah untukmu
Menjadi seperti yang kau mau

Aku tak akan memintamu
Untuk menjemputku
Jika berat langkah kakimu
Menuju tempat kumenunggu
Biarlah aku menunggu selainmu
Yang kan menjemputku dengan kesungguhan
Tindakan bukan sekedar ucapan
Sambil lalu
Seperti katamu, dulu

Aku tak akan memintamu
Untuk membawaku
Dalam hidupmu nan berliku
Jika tanganmu tak ingin menggandengku
Melainkan ia yang menangis saat kau memilihku

Aku tak ingin memintamu
Memberikan hatimu
Jika di dalamnya tak ada namaku
Tapi namanya
Yang telah paling kau dariku

Aku tak akan memintamu
Memenuhi janjimu
Jika keterpaksaan
Adalah alasanmu
Sebelum sesal menghantuimu
Menakutimu untuk berjalan berlalu
Dari masa lalu

Aku tak akan memintamu
Memintaku menjadi pendampingmu
Jika hatimu masih belum mampu
Hapus nama dan bayangnya
Yang menyertaimu setahun lalu

Aku tak akan memintamu
Berjuang untukku
Jika hatimu masih tak tertuju
Hanya untukku
Melainkan terbagi antaraku dan dia
Aku tak suka

Aku tak akan memintamu
Tersenyum padaku
Jika senyummu hanyalah tersimpan untuknya
Masa lalumu
Yang telah merusak indahnya jalinan kasih
Antara kau dan aku

Aku tak akan memintamu
Menangis memohon padaku
Jika itu hanya untuk ibumu
Nan terlanjur menyukaiku
Keterpaksaan bukan pilihanku

Aku tak akan memintamu
Mencoba mencintaiku
Jika cintamu telah mati untukku
Tersisa satu bagian miliknya
Saja

Aku hanya akan memintamu
Melepaskanku
Untuk bahagia
Jika kau pun mengharap bahagia
Jikalah itu yang sedang berusaha kau lukis di sana
Dalam hatimu, tempatnya berada

Aku hanya akan memintamu
Jangan tahan aku
Jika hatimu sungguh sudah tak mau
Menerimaku lagi
Seperti dulu

Aku hanya akan memintamu
Lupakan aku
Jika itu sebenarnya inginmu
Yang kau sembunyi dalam hati
Rapat-rapat dariku

Aku hanya akan memintamu
Membiarkan kita sama-sama bahagia
Dengan jalan yang berbeda
Jika memang jalanmu tak lagi sejalan denganku

)*Mendung menggantung, galau menghantui, hingga di hati memaksa diri menuliskan semua ini.

Minggu, 05 Agustus 2012

Bintang


Lautan bintang ada disana,
Satu kulihat bintang begitu bersinar terang.
Adakah yang mau mengambilkannya untukku..???
Sungguh aku ingin memilikinya

Kini kucari jalan tuk' gapai bintang ku...
Ia ada disana...!!
Aku lihat satu yang terbentang,
Dari sekian banyak jalan, 
Ku putuskan tuk tetap bertahan
ya disini, jalan ini..!!
Meski sadar, jalan ini tak mudah untuk dilalui..

Namun, inikah jalan yang aku cari..??
Jalan tuk' raih bintangku...

Senin, 30 Juli 2012

Cinta di Titik Ketaatan



Jadikanlah cintaku pada Mu Ya Allah
Berhenti di titik ketaatan
Meloncati rasa suka dan tak suka

Karena aku tahu,
mentaatiMu dalam hal yang tak ku sukai
adalah kepayahan, perjuangan dan gelimang pahala
Karena seringkali ketidaksukaanku,
hanyalah bagian dari ketidaktahuanku..

Ibadah tanpa cinta terasa hampa,,
dengan rasa cinta ibadah tak sekedar melepas kewajiban semata..
tapi bagaimana bisa terbina cinta,,
jika hati tak kenal siapa Tuhannya?

Ia yang telah menciptkannya..
Lalu memeliharanya..
Mempertemukannya dengan orang-orang yang menyayanginya..
Kemudian membalasi kebaikannya dengan pahala dan syurga.

Jika saat  kematiaan adalah puncak Cinta  pada pemilik jiwa raga,
Maka tag ada lagi kebahagiaan selain daripadanya
Berjumpa dengan membawa Cinta di tempat penuh Cinta
yang kita sebut Syurga.

Sabtu, 28 Juli 2012

Melodi


Merepih abu-abu
Menamatkan larik yang sarat kehidupan

Kemudian, memandang ke langit
Mengamati barisan awan yang tersusun

Lagi, menemukan kilau mentari merengkuh langit
Berpendar..hanya sekilas saja

Lalu, mulai terlihat kawanan bintang yang cemerlang
Ditengah sabit merangkai kepaduan mahakaryaNya
 
Sejenak menundukkan pandangan, menatap tanah
Mencoba menelaah ditengah gumulan pasir

Sama, kita masih menatap hal yang sama
Beda, karena sudut yang kita gunakan berbeda
 
Mengerjap, menghentak
Berharap melodi riang ini tak berakhir
Menjadi harmoni semesta penduduk bumi

Dandelion


Sekali lagi

Bukan kedua lagi, atau ketiga lagi

Menyapa bunga dandelion yang menyebarkan putiknya

Terbang dan hinggap dimanapun dia mau


Gemintang hangat merapat pada sunyi

Hanya mengetuk

Bukan denting yang menggema

Melenyapkan setitik ragu pada lintang yang berjauhan


Menyala,tetapi tidak membakar

Menatap lekat dandelion yang berhambur

Mencoba menata fatamorgana asing yang tak jarang hadir

Mengatur ritme, arah, dan rasa

Pekat


Mendekat pekat
Menepis jelaga terasing
Mengamati temaram

Meretas hening derap yang mengalun

Menjauhi sisi sukma terdekat

Mencoba terdiam dan menikmati hembusan
Yang ada hanya buncahan
Kerlipan diri pada bayang
Dengungan sejati
Membisu, tak ada kata
Terjawab dengan sebuah untaian ayat cinta
“...Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS Ar Ra’d : 28)