Rabu, 30 Mei 2012
Kamis, 24 Mei 2012
Teruntuk Engkau Yang Mencintaiku Karena-Nya
Ketika kau masih tak mampu menghalalkanku....
Ijinkan aku berbicara tentang cinta padamu..
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Sesungguhnya....
Kata-kata cintamu tak menjadi mata air yg jernih dipadang pasir di
tengah Sahara hatiku...
Tetapi justru...Menjadi percikan api yang setiap
saat mampu membakar diriku..
Membakar rindu yg seharusnya untuk Rabb-ku..
Membakar cemburu yang seharusnya untuk Rabb-ku..
Membakar semangat yang seharusnya hanya karena Rabb-ku..
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Membakar rindu yg seharusnya untuk Rabb-ku..
Membakar cemburu yang seharusnya untuk Rabb-ku..
Membakar semangat yang seharusnya hanya karena Rabb-ku..
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Ungkapan perasaanmu tak membuat
bunga-bunga di taman hatiku merekah.....
Tetapi justru membuat bunga itu
layu sebelum mekar.....
Duri-duri bunga itu seketika tumpul..
Lemah dan tak
mampu lagi melindungi sari bungaku..
Wahai yang mencintaiku karena-Nya......
Wahai yang mencintaiku karena-Nya......
Sungguh kata- kata cintamu setajam pedang yang siap menebas apapun....
Tidak-kah
kau ingin mengalihkan pedangmu itu untuk menebas apapun.....
Tidak-kah kau
ingin mengalihkan pedangmu itu menebas nafsu...
Dan gejolak hati yang kini
meresahkan jiwamu.
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Aku
bukan malaikat yang tak punya hawa nafsu..
Aku hanya manusia biasa yg juga
menginginkan cinta..
Kehadiranmu memang mampu memberi sebuah
warna..
Sungguh itulah yang membuatku tersiksa...
Bukan aku tak mampu
menghargai ynag kau rasa....
Tapi sungguh bukankah aku akan gagal
mempertahankan hatiku yang selalu ingin terjaga..
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Tidak-kah kau ingin cinta itu sesuci cintanya
Ali dan fatimah..
Dalam diam ia mencinta....
Dalam rindu ia berdo'a....
Jika
karna cinta kau mampu menjadi seorang pujangga....
Tidak-kah kau ingin
mempersembahkannya kepada cintamu yang sesungguhnya....
Allahu Rabbi....
Tak
tahu-kah kau bahwa cemburuNya teramat luar biasa.
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Bukankah cinta sejati bukanlah yang
menyakiti...
Tapi taukah engkau....
Perasaan cinta yang kau bilang tak bisa
terdiam terlalu lama
Tapi bisa kau halal-kan dengan segera...
Sesungguhnya
menyakiti jiwaku.....
Melalaikanku menjadi seorang hamba.....
Dan mendekatkanku
pada angan-angan semu yang seharusnya tak boleh ada..
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Wahai yang mencintaiku karena-Nya...
Renungkanlah. ..
Tak
ada kebahagiaan yang sesungguhnya kurasa saat ini..
Yang ada hanya kesibukan
untuk selalu membenahi diri
Tak ada kata terlambat untuk segera
memperbaiki....
Simpanlah cintamu hingga Allah memutuskannya nanti...
Senin, 21 Mei 2012
Denting Dawai
seakan semua terlihat nyata
aku melihat tidak dengan dua mata
aku merasa tidak dengan satu keping hati
aku berlari tidak dengan dua kaki
aku berkarya tidak dengan dua tangan
aku melayang tidak dengan dua sayap
sunyi ku tak sendiri
tawa ku terbagi
jejak ku menjadi pasti
suara ku lantang
ramaiku semakin berarti
sampan terkayuh kencang
penghuni pulau ini bersorak sorai
tanpa diminta kembang api berbinar
sayang, satu kali sayang
semuanya tidak nyata
tapi dapat kurasa
aku melihat tidak dengan dua mata
aku merasa tidak dengan satu keping hati
aku berlari tidak dengan dua kaki
aku berkarya tidak dengan dua tangan
aku melayang tidak dengan dua sayap
sunyi ku tak sendiri
tawa ku terbagi
jejak ku menjadi pasti
suara ku lantang
ramaiku semakin berarti
sampan terkayuh kencang
penghuni pulau ini bersorak sorai
tanpa diminta kembang api berbinar
sayang, satu kali sayang
semuanya tidak nyata
tapi dapat kurasa
dia nyata ketika aku setengah ada
dia akan menjadi denting dawai
ketika aku sepenuhya ada...
dia akan menjadi denting dawai
ketika aku sepenuhya ada...
Kamis, 17 Mei 2012
Ajari Aku Membaca Hatimu
Puisi by : Ahmad Faried
[ Wahai engkau... ku tulis puisi ini
untukmu
Jaga hati dan iman mu baik-baik ]
Jaga hati dan iman mu baik-baik ]
Aku hanya terdiam memandang
kasih sayang yang kau tawarkan
Bukan hanya kata yang tak
bisa ku ucap
Hati ini juga tak mampu
menterjemah apa yang tersirat
Ku rasakan keindahan
kasihmu
Selembuat buaian sutera
lembut di alam mimpiku
Perjumpaan kala itu bak
cengkurai kasih
Yang teramat sayang jika
tak ku raih
Sejuk tulus sayangmu yang
menghentikan tangisku
Indah perhatianmu sebagai
penyempurna ikhtiarku
Wahai engkau...
Biarkan aku membalas
ketulusanmu dengan curahan doaku yang tak pernah habis
Ijinkan aku memapahmu saat
kau mulai tertatih berjalan diatas penderitaan hidupmu
Perkenankan aku untuk selalu
terjaga demi menjaga perasaan sucimu
Kuatkanlah hatimu untuk mempercayaiku
Karena dalam tirakatku
Aku sudah meminta restu kepada Tuhanmu
Bahwa aku ingin selalu menjagamu
Ajari aku membaca hatimu
Juga kuatkan hatiku saat mulai rapuh mencintamu
Kuatkanlah hatimu untuk mempercayaiku
Karena dalam tirakatku
Aku sudah meminta restu kepada Tuhanmu
Bahwa aku ingin selalu menjagamu
Ajari aku membaca hatimu
Juga kuatkan hatiku saat mulai rapuh mencintamu
Kamis, 10 Mei 2012
Maaf.....
Maaf tak ada cinta...
Hari ini, esok, dan seterusnya...
Sampai benar-benar tiba...
Saatnya cinta itu halal di mata Maha Cinta kita...
Maaf...
Aku sayang...Tapi ku ingin jadi wanita yang termahal di dunia...
Yang kau buat perjanjian serah terima itu begitu amat penting bagimu...
Sama seperti kau mementingkan sujud di bawah cinta Nya...
Maaf...
Karena ku hanya bisa menunggu Maha Cinta kita yang berbicara...Semoga aku layak untukmu...
Dan Allah jadikan kau amat layak untuk mengimamiku...
Di dunia maupun akhirat...
Maaf...
Untuk yang kesekian kalinya...
Aku cuma bisa menuliskan sedikit guratan hatiku di sini...
Berharap kau tahu, bahwa...
Di setiap sujudku untuk Maha Cinta kita...
Aku selalu berdoa...
"Akulah tulang igamu yang kau semat di dekat hatimu agar kau cintai, dekat dengan tanganmu agar selalu kau lindungi..."
Untuk yang kesekian kalinya...
Aku cuma bisa menuliskan sedikit guratan hatiku di sini...
Berharap kau tahu, bahwa...
Di setiap sujudku untuk Maha Cinta kita...
Aku selalu berdoa...
"Akulah tulang igamu yang kau semat di dekat hatimu agar kau cintai, dekat dengan tanganmu agar selalu kau lindungi..."
(Wahai Ukhti - Ukhti kesayangan Allah swt... jadikan emasmu dari agamamu... perak dari tingkah laku lemah lembutmu... pakaianmu dari sopan santunmu.... kehormatan dari indahnya kau menutupi auratmu... kecantikan dari rasa malumu... Moga kita di pilih menjadi para Wanita dengan Mahar termahal, yaitu keimanan sang Adam pada Allah sang Maha Cinta...)
Semangat.... (^^,)//
Semangat.... (^^,)//
Rabu, 02 Mei 2012
Langganan:
Postingan (Atom)





